Keadilan PEMILU yang Dipertanyakan

Friday, October 4, 2013


Pemilu merupakan sebuah wahana yang disediakan oleh pemerintah untuk memberikan hak suara kepada masyarakat agar dapat memilih sendiri pemimpin mereka yang dianggap baik dan memiliki kemampuan untuk memimpin daerah mereka. Mulai dari kepala desa, kepala kecamatan, bupati, hingga presiden negara selalu dilakukan pemilu. Hal ini dilakukan karena dengan harapan agar keadilan dalam pemilihan pemimpin suatu daerah dapat terlaksana.
Menjelang diadakannya pemilu, masyarakat tidak asing lagi terhadap baleho-baleho maupun spanduk-spanduk para calon pemimpin yang dipasang di pinggir-pinggir jalan, di depan toko-toko atau pun warung, dan terkadang juga di kaca angkutan-angkutan umum. Hal ini memang sudah menjadi budaya saat menjelang pemilu, bukan hanya di Indonesia, di negara-negara lain yang mengadakan pemilu dalam memilih pemimpinnya juga sama. Ini memang tidak dilarang, bahkan dianjurkan agar masyarakat tahu siapa saja yang menjadi calon pemimpin masyarakat daerah yang mereka tinggali.

Sabar dari Hemat

Tuesday, January 10, 2012


Sabar dari Hemat

Hemat adalah suatu proses membatasi naluri manusia dalam membeli sesuatu yang ia butuhkan. Proses ini juga dapat disebut dengan menahan sifat boros yang dimiliki manusia.
Banyak sekali factor yangh mempengaruhi manusia untuk berhemat. Beberapa diantaranya adalah berorientasi pada masa depan, krisis ekonomi, keinginan membeli suatu yang lebih baik, presentase kebutuhan, dan keefisienan barang yang dibutuhkan.
Salah satu manfaat dari sikap hemat manusia yang tidak disadari adalah kesabaran. Dengan berhemat manusia akan dapat menahan dan membatasi apa saja yang ingin ia beli. Itu akan berpengaruh pada rasa sabar yang dimiliki manusia, mereka dapat menahan emosi dari hati mereka karena sudah terlatih untuk menahan keinginan mereka. Jadi secara tidak sadar, manusia juga melatih kesabaran dari sikap hemat yang mereka lakukan

Analisi Bacaan Nonfiksi (Quantum Ikhlas)


Buku Quantum Ikhlas ( Erbe Sentanu)

Sinopsis
Buku berjudul Quantum Ikhlas ini berupaya mengomunikasikan pesan inti bagaimana manusia dapat memperoleh kebahagiaan hakiki dan mencapai sukses hidup mulai dari pekerjaan, materi, hingga relasi yang menyenangkan secara ikhlas serta mengupas tuntas intisari Teknologi Quantum Ikhlas.
Dalam buku ini, Erbe Sentanu mengedepankan tujuan utama filosofi quantum ikhlas yaitu untuk mengembalikan fitrah manusia sebagai makhluk yang sempurna. Fitrah manusia berada di zona ikhlas. Manusia yang sempurna adalah manusia yang hidup seimbang dan utuh dengan seluruh kecerdasannya oleh kecerdasan fisik (PQ), kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ).
Menurut Erbe, ikhlas dalam hati manusia terwujud melalui perasaan-perasaan damai, sabar, mudah bersyukur, tawakal, dan menyerahkan urusan pada Tuhan ketika kita sudah berusaha maksimal. Dengan kata lain, tidak memaksakan kehidupan untuk selalu berjalan sesuai kehendak kita.
Buku ini merupakan buku pertama dari serial buku yang membahas tuntas Teknologi Quantum Ikhlas, hasil pemikiran dari proses belajar dan pengalaman pribadi penulisnya selama lebih dari 20 tahun. Buku ini disebut para pakar spiritual manca negara sebagai buku yang mengajarkan kunci mempraktikkan prinsip-prinsip kesuksesan hidup dan filosofi the Law of Attraction dari film The Secret. Menurut mereka, Quantum Ikhlas telah menggabungkan prinsip the Law of Attraction dengan nilainilai luhur ketuhanan khas bangsa Indonesia untuk meraih sukses lahir batin, dunia akhirat.


Analisi Bacaan Fiksi (Harimau! Harimau!)


Novel Harimau Harimau (mochtar lubis)

sinopsis
Novel karya Mochtar Lubis ini menceritakan kisah tujuh orang pencari damar yang diteror oleh seekor harimau.
Telah seminggu Haji Rakhmat (Pak Haji), Wak Katok, Sutan, Talib, Sanip, Buyung, Pak Balam berada di hutan mengumpulkan damar, tidak jauh dari pondok Wak Hitam. Mereka bertujuh disenangi dan dihormati orang-orang kampung karena mereka dikenal sebagai orang-orang sopan, mau bergaul, mau bergotong royong, dan taat dalam agama.
Wak Katok membawa senapan yang dia percayakan kepada Buyung untuk merawat dan mempergunakan. Karena mempunyai senapan, sambil mengumpulkan damar mereka sering berburu rusa dan babi. Babi ini sering masuk huma Wak Hitam. Karena itu pula terjalin perkenalan dengan Wak Hitam, bahkan mereka sering menginap di Pondok Wak Hitam ini.


Menyimak Eksploratif


Menyimak eksploratif

Menyimak eksploratif ialah kegiatan menyimak yang dilakukan dengan penuh perhatian untuk mendapatkan informasi baru. menyimak yang bertujuan untuk menemukan fakta-fakta baru yang menarik dari pembicaraan yang masih hangat. Ada juga yang mengartikan bahwa menyimak eksploratori atau menyimak penyelidikan adalah sejenis menyimak yang menempatkan kemampuan menemukan hal-hal baru atau hal-hal yang menarik sebagai informasi tambahan yang melengkapi topik pembicaraan atau isu-isu baru sesuai topik pembicaraan.

Angkatan Pujangga Baru


Angkatan Pujangga Baru

Angkatan Pujangga Baru (Angkatan 30-an)

1. Ciri-ciri

1) Bahasa yang dipakai adalah bahasa Indonesia modern,
2) Temanya tidak hanya tentang adat atau kawin paksa, tetapi mencakup masalah yang kompleks, seperti emansipasi wanita, kehidupan kaum intelek, dan sebagainya,
3) Bentuk puisinya adalah puisi bebas, mementingkan keindahan bahasa, dan mulai digemari bentuk baru yang disebut soneta, yaitu puisi dari Italia yang terdiri dari 14 baris,
4) Pengaruh barat terasa sekali, terutama dari Angkatan ’80 Belanda,
5) Aliran yang dianut adalah romantik idealisme, dan
6) Setting yang menonjol adalah masyarakat penjajahan.

2. Bentuk karya sastra angkatan pujangga baru yaitu:


a. Puisi
Ciri-ciri puisi pada angkatan pujangga baru yaitu :
1) Puisinya berbentuk puisi baru, bukan pantun dan syair lagi,
2) Bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima,
3) Persajakan (rima) merupakan salah satu sarana kepuitisan utama,
4) Bahasa kiasan utama ialah perbandingan,
5) Pilihan kata-katanya diwarnai dengan kata-kata yang indah,
6) Hubungan antara kalimat jelas dan hampir tidak ada kata-kata yang ambigu,
7) Mengekspresikan perasaan, pelukisan alam yang indah, dan tentram.

Puisi baru berdasarkan isinya yaitu :
1) Balada adalah puisi berisi kisah/cerita.
2) Himne adalah puisi pujaan untuk tuhan, tanah air, atau pahlawan.
3) Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa.
4) Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup.
5) Romance adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih.
6) Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan.
7) Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik.

b. Prosa
Ciri-ciri puisi pada angkatan pujangga baru yaitu :

1) Berbentuk prosa baru yang bersifat dinamis (senantiasa berubah sesuai dengan perkembangan masyarakat),
2) Masalah yang diangkat adalah masalah kehidupan masyarakat sehari-hari,
3) Alurnya lurus,
4) Tidak banyak sisipan-sisipan cerita sehingga alurnya menjadi lebih erat,
5) Teknik perwatakannya tidak menggunakan analisis langsung. Deskripsi fisik sudah sedikit,
6) Pusat pengisahannya menggunakan metode orang ketiga,
7) Gaya bahasanya sudah tidak menggunakan perumpamaan, pepatah, dan peribahasa,
8) Bentuknya roman, cerpen, novel, kisah, drama. Berjejak di dunia yang nyata, berdasarkan kebenaran dan kenyataan,
9) Terutama dipengaruhi oleh kesusastraan Barat
10) Dipengaruhi siapa pengarangnya karena dinyatakan dengan jelas, dan
11) Tertulis

Prosa baru berdasarkan isinya yaitu :

1) Roman adalah cerita yang mengisahkan pelaku utama dari kecil sampai mati, mengungkap adat/aspek kehidupan suatu masyarakat secara mendetail/menyeluruh, alur bercabang-cabang, banyak digresi (pelanturan). Roman terbentuk dari pengembangan atas seluruh segi kehidupan pelaku dalam cerita tersebut. Contoh: karangan Sutan Takdir Alisjahbana: Kalah dan Manang, Grota Azzura, Layar Terkembang, dan Dian yang Tak Kunjung Padam

2) Riwayat adalah suatu karangan prosa yang berisi pengalaman-pengalaman hidup pengarang sendiri (otobiografi) atau bisa juga pengalaman hidup orang sejak kecil hingga dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia. Contoh: Soeharto Anak Desa atau Prof. Dr. B.I Habibie atau Ki hajar Dewantara.

3) Otobiografi adalah karya yang berisi daftar riwayat diri sendiri.

4) Antologi adalah buku yang berisi kumpulan karya terplih beberapa orang. Contoh Laut Biru Langit Biru karya Ayip Rosyidi

5) Kisah adalah riwayat perjalanan seseorang yang berarti cerita rentetan kejadian kemudian mendapat perluasan makna sehingga dapat juga berarti cerita. Contoh: Melawat ke Jabar – Adinegoro, Catatan di Sumatera – M. Rajab.

6) Cerpen adalah suatu karangan prosa yang berisi sebuah peristiwa kehidupan manusia, pelaku, tokoh dalam cerita tersebut. Contoh: Tamasya dengan Perahu Bugis karangan Usman. Corat-coret di Bawah Tanah karangan Idrus.

7) Novel adalah suatu karangan prosa yang bersifat cerita yang menceritakan suatu kejadian yang luar biasa dan kehidupan orang-orang. Contoh: Roromendut karangan YB. Mangunwijaya.

8) Kritik adalah karya yang menguraikan pertimbangan baik-buruk suatu hasil karya dengan memberi alasan-alasan tentang isi dan bentuk dengan kriteria tertentu yangs ifatnya objektif dan menghakimi.

9) Resensi adalah pembicaraan/pertimbangan/ulasan suatu karya (buku, film, drama, dll.). Isinya bersifat memaparkan agar pembaca mengetahui karya tersebut dari ebrbagai aspek seperti tema, alur, perwatakan, dialog, dll, sering juga disertai dengan penilaian dan saran tentang perlu tidaknya karya tersebut dibaca atau dinikmati.

10) Esei adalah ulasan/kupasan suatu masalah secara sepintas lalu berdasarkan pandangan pribadi penulisnya. Isinya bisa berupa hikmah hidup, tanggapan, renungan, ataupun komentar tentang budaya, seni, fenomena sosial, politik, pementasan drama, film, dll. menurut selera pribadi penulis sehingga bersifat sangat subjektif atau sangat pribadi.






3. Pengarang dan karya sastra yang terkenal dalam angkatan tersebut adalah :


1) Sutan Takdir Ali Syhabana (roman Layar Terkembang (1948), Tebaran Mega (1963), Dian Tak Kunjung Padam, Kalah dan Manang, Grota Azzura)

2) Amir Hamzah (kumpulan puisi Nyanyian Sunyi (1954), Buah Rindu (1950), Setanggi Timur (1939))

3) Armin Pane (novel Belenggu (1654), Jiwa Berjiwa, kumpulan sajak Gamelan Jiwa (1960), drama Jinak-Jinak Merpati (1950))

4) Sanusi Pane (drama Manusia Baru, Pancaran Cinta (1926), Puspa Mega (1971), Madah Kelana (1931/1970), Sandhyakala Ning Majapahit (1971), Kertadjaja (1971))

5) M. Yamin (drama Ken Arok dan Ken Dedes (1951), Indonesia Tumpah Darahku (1928), Kalau Dewi Tara Sudah Berkata, Tanah Air)

6) Rustam Efendi (drama Bebasari (1953), Pertjikan Permenungan (1957))

7) Y.E. Tatengkeng (kumpulan puisi Rindu Dendam (1934)

8) Hamka (roman Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck)


4. Pelopor Angkatan Pujangga Baru


Sutan Takdir Ali Syahbana, Armjin Pane, dan Amir Hamzah.

Pembawa Acara


Naskah MC tasyakuran kelulusan

Pembawa Acara Pada Tayakuran Kelulusan

Assalamu Alaikum Wr. Wb.
Kepada Bapak Kepala SMA N 1 Jakarta dan Bapak/Ibu guru yang saya hormati. Serta segenap undangan yang berbahagia.
Pertama marilah kita panjatkan*puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Kuasa karena atas berkat rahmat, taufiq, serta hidayahnya kita dapat berkumpul disini dalam keadaan sehat wal afiat.
Dan tak lupa shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan pada junjungan Nabi besar Kita, Nabi Muhammad SAW, yang telah memberikan jalan lurus pada seluruh umat islam.
Hadirin yang berbahagia.
Saya, Renda, selaku pembawa acara akan membacakan susunan acara pada hari ini.
1.Pembukaan
2.Pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an.
3.Sambutan-sambutan.
Sambutan pertama akan disampaikan oleh wakil dari siswa.
Sambutan kedua akan disampaikan oleh wakil dari Bapak/Ibu Guru.
4.Santap siang bersama.
5.Do’a.
6.Penutup.
Demikian susunan acara pada hari ini,
Untuk membuka acara ini, kami persilahkan kepada Bapak Kepala Sekolah untuk naik ke atas panggung.
Terima kasih kepada Bapak Kepala Sekolah yang telah membuka acara ini.
Kini menginjak acara yang kedua yaitu pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang akan disampaikan oleh saudara Ghofar.
Kepada saudara Ghofar dipersilahkan

Demikian untaian kalamullah yang telah dialunkan oleh saudara Ghofar, semoga apa yang dibacanya tadi bermanfaat bagi kita semua.
Selanjutnya sambutan-sambuta. Sambutan pertama akan disampaikan oleh saudara Bayu selaku wakil dari siswa. Kepada saudara bayu saya persilahkan.
Ucapan terimakasih saya sampaikan kepada saudara Bayu yang telah memberikan kata sambutan, semoga apa yang disampaikannya bermanfaat bagi kita semua. Selanjutnya sambutan yang kedua, akan disampaikan oleh Bapak Supardi, selaku wakil dari guru. Kepada Bapak Supardi kami persilahkan.
Terima kasih saya sampaikan kepada Bapak Supardi.
Kini tiba pada acara selanjutnya yaitu santap siang bersama. Untuk itu kepada para petugas konsumsi kami mohon untuk menjalankan tugasnya dan kami atas nama panitia mempersilahkan kepada para undangan untuk menikmati apa yang sudah dihidangkan.
Acara santap siang ini telah selesai dilaksanakan, selanjutnya pembacaan do’a yang akan dipimpin oleh Bapak KH. Ananta, kepada beliau kami persilahkan.
pembacaan do’a yang telah disampaikan oleh bapak KH. Ananta. Semoga apa yang dibaca beliau tadi dikabulkan oleh Allah SWT. Amin ya robbal ‘alamin. Selanjutnya adalah acara penutup. Sebelum acara ini kami tutup, saya selaku pembawa acara mohon maaf apabila ada kekurangan. Dan marilah acara pada hari ini kita tutup dengan bacaan hamdalah, ALHAMDULILLAH.
Dan kami akhiri wabillahitaufiq walhidayat wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.


Aliran - Aliran Linguistik

Friday, December 23, 2011


Aliran - Aliran Linguistik

Linguistik dipenuhi dengan berbagai aliran, paham, pendekatan, dan teknik penyelidikan yang dari luar tampaknya sangat ruwet, saling berlawanan, dan membingungkan. Namun semua itu akan menambah wawasan kita terhadap bidang dan kajian linguistik. Saya akan menjelaskan tentang sejarah, aliran, paham,teori, dari aliran - aliran linguistik.

1. Linguistik Tradisional

Istilah tradisional dalam linguistik sering dipertentangkan dengan istilah struktural, sehingga dalam pendidikan formal ada istilah tata bahasa tradisional dan tata bahasa struktural. Tetapi disini tidak diterangkan lebih jauh tentang paham, tokoh, dan teori dari aliran ini.

pidato pendidikan


Assalamualaikum Wr. Wb.
Kepada seluruh kepala pemerintahan Indonesia yang saya hormati dan seluruh hadirin yang dimuliakan Allah.
Pertama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Kuasa karena atas berkat rahmat, taufiq, serta hidayahnya kita dapat berkumpul disini dalam keadaan sehat wal afiat
Dan tak lupa shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan pada junjungan Nabi besar Kita, Nabi Muhammad SAW.
Kesempatan yang diberikan kepada saya ini tidak akan saya buang secara percuma karena kesempatan inilah yang akan menjadi ungkapan besar rakyat pada kata korupsi di Indonesia.

ungkapan yang terpendam


ungkapan yang terpendam

lama diri tak bisa mengungkap pendaman, pendaman dalam hati terdalam
apakah aku bisa dan beranikah aku?
Fikiranpun penuh dengan keraguan tanpa kemudahan terpaparkan
Apa salah mencoba mendaki, mendaki gunung tertinggi di dunia
Mungkin bisa salah, saat aku tanpa piranti pendakian
Tapi tak apalah,tanpa keringat dan sajadah semua tak akan pernah terjadi

Sajadahpun kini terlihat tak berindahkan awal terpakai
Mulailah galihan pada pendaman terpandang melebar
Keringat tak lagi sedikit teralirkan,tak sedikit pula terteteskan
Raut merah terbentang sepanjang jalan
Takkan pernah mudah tuk bermula kembali
Akan aneh terasa,ketika ku coba menimbun kuat kembali halnya

Sudahlah,tak ada yang harus dipendam kembali
Walau hal hanya kecil terungkap
Tapi,
Tapi besar bagai meteor yang jatuh ke bumi
Harap cemas akan ledakan terjadi

Apa
Baikkah hal ini?
Ya,ya mungkin baik bagiku
Tapi entah apa fikir kuat pendapat
Semua berbeda, sebagianlah sama terlisankan
Biarlah,
Aku kini tak ada pedulikan
Semua telah ada dan hadir dalam nyata
Kini hanya tunggu aliran air
Aliran yang akan beraruskan kuat dalam ketenangan

Tertulis


Tertulis

Kini jam menunjukkan angka 11:45, tak ada suara ramai orang yang tadinya seperti keramaian pasar saat pagi. Hanya ada suara kendaraan bermotor yang jarang ada berjalan dan suara angin kipas dari laptop yang baru aku beli beberapa minggu ini. Angin dari luar yang masuk ke dalam ruanganku terasa dingin dan menusuk. Terkadang terdengar bunyi orang membalik-balik lembar kertas diluar pintu ruanganku.



Aku memang bukan orang yang ahli dalam menulis, tapi aku selalu berusaha untuk bisa menjadi seorang penulis terkenal. Walau mungkin tak dapat dipercaya, aku kini mulai suka menulis. Sebenarnya, sebelum ini aku sudah membuat suatu karya tapi hanya beberapa orang yang aku beri.
Kumpulan puisi, itulah dua kata yang membentuk suatu pengertian dan pengertian itu adalah suatu karya yang aku bukukan pertama kali. Pengertian itu aku beri judul Jiwa-Jiwa Sang Pangeran. Banyak teman yang ingin tau maksud dari judul pada pengertian itu, tapi aku tak pernah member mereka jawaban agar mereka menafsirkan sendiri dengan pendapat mereka masing-masing.
“Seseorang membuat karya sastra dan memberikan satu ruang kosong agar diisi oleh pembaca karya sastra tersebut”. Itu adalah ilmu yang aku dapat pada mata kuliah pengantar sastra Indonesia. Jadi dengan adanya ruang kosong itu, pembaca akan bisa menafsirkan dan mengangan-angan tentang suatu kejadian dibalik pembuatan karya sastra bahkan pembaca juga bisa mengapresiasikan berbeda dari sang pengarang karya tersebut.
Ada banyak alasan aku membuat pengertian tersebut. Mulai dari ungkapan jiwa, mencoba membuat karya sastra, berbagi perasaan dengan pembaca, dan paling utama adalah mengungkapkan isi hati kepada kekasih. Itu hanyalah sebagian dari alasan yang aku miliki, dan alasan lain yang paling banyak adalah pada pembaca yang telah membacanya.
Kini malam sudah menjelang pagi, suasana mesih tetap sunyi seperti sebelumnya. Bola mataku mulai tak berwarna putih. Dan akhirnya dua matahari itupun mulai tenggelam…

KISAHKU DAN KASIHKU


KISAHKU DAN KASIHKU


Aku tak percaya rupanya kasih telah mencoba menjauh dariku. Padahal kasih dulu pernah ada dalam hidupku dan beberapa hari menemaniku disaat aku sedih atau pun saat aku senang. Tapi kenapa kini kasih menjauh dan coba menghindar dariku. Kini aku bagai ada di atas pucuk pohon duri yang sangat tajam dan kapanpun aku bisa tertusuk olehnya.
Itulah yang telah dirasa olehku yang mana baru kali ini aku merasakan cinta yang sesungguhnya.rasa cinta dengan seorang kasih. Aku tak bisa melupakannya walau hanya redetik waktu atau walau secepat sambaran petir.

”Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mau berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi tetesan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.” Itulah kata-kata yang tepat untuk kondisiku saat ini. Aku terus merasa bingung akan apa yang telah kulakukan sehingga membuat kasih mencoba jauh dariku. Berapa hari setelah itu aku selalu mencoba menghubungi kasih dan tanya akan alasan dari hal itu, tapi dia selalu mencoba mengelak akan jawaban yang sejujurnya.
Aku malewati hari dengan kesendirian. Aku merasa selalu sendiri tak ada hidup berteman. Tapi kenapa ketika aku merasa sendiri bunga-bunga masih bisa tersenyum padaku, orang di sampingku juga masih bisa mencoba berbincang denganku.
Apa ini?
Pertanyaan besar yang kini kurasa menceka hati. Kenapa aku bodoh, aku bisa merasa sendiri padahal banyak orang di sampingku yang masih bisa tersenyum padaku.
Aku kini semakin mengerti akan hal itu. Aku telah bertemu dengan kasih dan akhirnya jawaban akan alasan itu terungkap dengan jujur juga. Aku pun bisa mengerti akan hal itu karena hal itu adalah hal yang paling jujur dari alasan-alasan sebelumnya.
Rupanya kasih masih tidak bisa melupakan seseorang yang pernah menghiasi hari-harinya dengan kebahagiaan.kasih masih sering teringat dengan bayang-bayang seseorang itu.
Sekarang akupun mulai mengangkat kata-kata indah yang pernah kubaca, ia adalah ” cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu ”. Tapi aku juga takkan menyesal telah mengatakan cinta dengan dasar bahwa ” jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia , lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya ” karena kata-kata ini merupakan motivasi untuk berkata jujur akan perasaanku padanya.
”Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya”. Seperti inilah yang aku rasakan sekarang, aku tak sanggup untuk melupakan kasih.
Ya sudahlah aku jalani saja hidup ini dengan tenang, bahagia, senang, sabar, dan ikhlas.
Beberapa hari kujalani dengan hati yang senang meski sebenarnya hati tak merasa senang.


Suatu hari aku mencoba untuk mengatakan semua kejadian ini kepada temanku yang paling kupercayai dan aku yakin dia tak akan mengatakan hal ini kepada orang lain.
Setelah beberapa hari aku membawa kata-kata ” Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mahu berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.” aku tidak menyangka kasih tiba padaku dan mencoba untuk menemaniku lagi.kini aku merasa” Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat”. Semangatku pun pulih dan ingin selalu menjadi yang terbaik dalam segalanya.
Meski kadang kasih masih sering teringat akan seorang yang pernah ada dalam hidupnya. Aku bisa menyadari akan hal itu.tapi seorang itu telah menyakiti hati kasih dan telah memiliki kasih yang lain.apa yang harus kulakukan?
Apapun pilihan kasih aku akan berusaha untuk menerima.
karena manusia tak ada yang sempurna dan hanya Allah SWT lah yang Maha Sempurna. Kuharap Allah akan selalu melimpahkan karunianya kepadaku dan kasih, karena tak ada yang tidak mungkin bagi-Nya.
Semoga aku dan kasih bisa bersama di dunia dan di surga-Mu ya Allah...

CINTA SERTA RASA


CINTA SERTA RASA

kamu CINTA terhadap dia. Di hadapan orang yang kita CINTA, hati kita akan BERDEGUP kencang.Di hadapan orang yang kita CINTA, musim senantiasa BERBUNGA-BUNGA.Jikalau kita lihat di dalam mata orang yang kita CINTA, kita akan KAKU.Di depan orang yang kita CINTA, kita menjadi MALU. Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk KEBAHAGIAANNYA walaupun kau harus MENGORBANKAN CINTA.Saat kau MENCINTAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan MENGGENGGAM erat tangannya.CINTA adalah saat ia MENANGIS dan kau akan membiarkannya menangis DI BAHUMU sambil berkata, "Mari kita selesaikan masalah ini BERSAMA-SAMA."CINTA adalah saat kau MELIHATNYA kau akan berkata, "Buatku dia adalah ANUGERAH TERINDAH yang pernah Tuhan berikan padaku.."Pada saat orang yang kau CINTAi MENYAKITIMU, kau akan berkata, Tak apa dia hanya tak tau apa yang dia lakukan."Pada saat kau CINTA padanya, kau akan selalu MENANTINYA dengan SETIA dan TULUS.CINTA adalah kau akan MENEMANINYA tak kira bagaimanapun keadaanmu ketika itu.CINTA adalah hal yang memberi dengan RELA.CINTA ditujukan kepada seseorang yg kita selalu.Tanpanya kita akan rasa SUNYI dan kita cintakan sepenuh jiwa dengan hati yg ikhlas kepadanya walaupun dia buat tak tau jejak.

Indonesia Maju dan Menjadi Negara Berpengaruh di Dunia



Indonesia Maju dan Menjadi Negara Berpengaruh di Dunia


Wikipedia (2011) mendefinisikan bahwa “pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat”.



Ini adalah sebuah gambaran umum tentang pendidikan yang menjadi dasar seorang anak untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dari lembaga-lembaga pendidikan formal ataupun nonformal. Untuk masyarakat Indonesia sendiri hal ini tidak dapat dipungkiri lagi karena menuntut ilmu adalah kewajiban bagi anak-anak Indonesia walau kadang tidak semua yang dapat menyelesaikannya. Oleh karena itu, pendidikan juga ikut memberikan pengaruh yang besar kepada anak-anak dan bahkan masyarakat Indonesia.
Secara sadar atau pun tidak sadar, di Indonesia lembaga pendidikan juga merupakan sebuah faktor utama yang dapat membentuk kepribadian anak selain dari faktor keluarga dan masyarakat sosial. Fungsi dan peran dari lembaga ini pun sangat menentukan hasil yang dapat dicapai oleh peserta didik di sana.
Aadil (2011) menjabarkan beberapa fungsi dari lembaga pendidikan sebagai berikut.
Bidang Ekonomi : Dengan adanya Lembaga pendidikan maka individu dapatmelakukan suatu perbaikan ekonomi kehidupannya dan tentunya bermanfaatuntuk keluarganya dan masyarakat. Melalui pendidikan seseorang dapatmemperbaiki kehidupannya dari aspek financial atau pendapatan yang diterima sesuai dengan tingkat strata yang ia miliki.

Bidang Sosial : Pentingnya lembaga pendidikan dalam bidang ini adalahdapat mengahasilkan output yang memiliki tingkat intelektual yang baiksetidaknya dapat mengontribusikan dirinya kepada masyarakat, menjagahubungan yang baik antar manusia, dan ikut berperan dalam peradabanmasyarakat dengan mengembangkan potensi yang ada.

Bidang Politik : Seorang yang berpendidikan tentu paham dengan hak dankewajibannya sebagai Warga Negara yang baik, melalui berbagai upaya yangdilakukan demi meningkatkan martabat bangsa dan Negara. Lalu ikutberpartisipasi dalam kegiatan politik untuk menjalankan suatu negara yangdemokratis dan berupaya untuk mengambil peran yang penting di dalamnya.

Bidang Kultur : Dengan adanya lembaga pendidikan setidaknya dapatmenjaga nilai-nilai baik di masyarakat dan dapat mengembangkan potensiatau nilai-nilai itu untuk membentuk suatu peradaban kearah yang lebih baik.

Bidang Pendidikan : Pendidikan merupakan proses transformasi ilmupengetahuan dan teknologi serta budaya, lalu mampu mengembangkannyadan setidaknya dapat memberikan suatu pelayanan kepada masyarakatdalam bidang tertentu. Transformasi ini maksudnya adalah pendidikan dapatmembuat seseorang dapat hidup dengan ilmu yang ia miliki. Karena denganilmu kita harus dapat memiliki nilai guna dimanapun, kapanpun, danbagaimanapun keadaanya.

Bidang Spiritual : Melalui ilmu yang kita miliki, kita dapat terus memahamihakikat kemanusiaan dan melihat kesempurnaan Sang Pencipta. Semakintinggi pendidikan kita seharusnya membuat kita semakin maju dan merunduk(tidak sombong).

Dari beberapa fungsi inilah dapat diketahui bahwa peran lembaga pendidikan sangat menentukan karakter-karakter para pemuda di Indonesia ini yang kelak akan menjadi para pemimpin bangsa.
Dari sinilah kita mulai mengetahui seberapa pentingnya pendidikan bagi manusia dan khususnya bagi masyarakat Indonesia. Tidak akan negara itu maju jika para masyarakatnya sendiri tidak maju. Pribadi-pribadi koruptor pun juga tidak akan berkurang jika pendidikan yang tertanam pada mereka tidak terlandasi dasar yang kuat. Kemiskinan, kelaparan, dan kebodohan juga tidak akan terhapus dari negara Indonesia jika semua masyarakat belum dapat menjadikan pendidikan sebagai langkah untuk maju serta menjadi lebih baik. Itulah kenapa pendidikan begitu penting bagi masyarakat Indonesia yang kini masih menduduki peringkat bawah dari berbagai negara dalam beberapa aspek.
Kini waktunya pemerintah Indonesia untuk bertindak tegas atas masalah pendidikan di Indonesia ini. Mulai dari Penertiban para pelajar dan pendidik, penyusunan program pendidikan yang tertata, pembangunan gedung-gedung untuk proses pendidikan, penggalangan bantuan pendidikan pada masyarakat yang tidak mampu, hingga memberi bantuan biaya dalam pengoperasian sekolah.
Begitu juga dengan para masyarakat Indonesia sendiri. Harus dapat menjadikan pendidikan sebagai langkah awal untuk menjalani hidup, menanamkan sikap wajib sekolah 12 tahun, berorientasi pada masa depan, membantu terealisasikannya program pemerintah untuk pendidikan, dan memberi motivasi diri atau pun anak cucu generasi muda kita.
Kerjasama antara pemerintah dan masyarakat Indonesia inilah yang akan menjadi sebuah kemudahan dalam langkah awal kita untuk menjadi negara yang maju dan menjadi pengaruh yang besar dari berbagai bidang bagi dunia.

Novelis Indonesia

Wednesday, September 21, 2011



Novelis Indonesia

* A.S. Laksana

-A.S. Laksana (lahir di Semarang, Jawa Tengah, 25 Desember 1968; umur 42 tahun) adalah seorang sastrawan, pengarang, kritikus sastra, dan wartawan Indonesia yang dikenal aktif menulis cerita pendek di berbagai media cetak nasional di Indonesia. Ia belajar bahasa Indonesia di IKIP Semarang dan ilmu komunikasi di FISIP Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Ia juga menjadi salah satu pendiri majalah Gorong-Gorong Budaya.

Laksana pernah menjadi wartawan Detik, Detak, dan Tabloid Investigasi. Selanjutnya, ia mendirikan dan mengajar di sekolah penulisan kreatif Jakarta School. Kini ia aktif di bidang penerbitan. Kumpulan cerita pendeknya yang berjudul Bidadari yang Mengembara terpilih sebagai buku sastra terbaik 2004 versi Majalah Tempo.

-Karya fiksi

Bidadari yang Mengembara, kumpulan cerita pendek (KataKita, 2004)
Cinta Silver, novel adaptasi dari film Cinta Silver (Gagas Gasmedia, 2005)

-Karya non-fiksi

Creative Writing: Tips dan Strategi Menulis Cerpen dan Novel (Mediakita, 2007)
Podium DeTik (Sipress, 1995)
Skandal Bank Bali (Detak, 1999)


* Aam Amilia

* Ahmad Fuadi
* Akmal Nasery Basral
* Andrea Hirata
* Armijn Pane
* Asbari Nurpatria Krisna
* Asma Nadia
* Ayu Utami
* Budi Darma
* Dewi Lestari
* Djamil Suherman
* Endik Koeswoyo
* Gola Gong
* Habiburrahman El Shirazy
* Marga T
* Mochtar Lubis
* Motinggo Busye
* Nasjah Djamin
* Nh. Dini
* Pipiet Senja
* Pramoedya Ananta Toer
* Remy Silado
* Selasih
* Seno Gumira Adjidarma
* Sobron Aidit
* Sori Siregar(Sori Sutan Sirovi Siregar)
* Suwarsih Djojopuspito
* Titie Said
* Titiek WS
* Titis Basino
* Toha Mochtar
* Wahyu NH Al Aly
* Y.B.Mangunwijaya


Definisi Umum Fonem, Fonetik, dan Fonologi



Fonem
Fonem sebuah istilah linguistik dan merupakan satuan terkecil dalam sebuah bahasa yang masih bisa menunjukkan perbedaan makna. Fonem berbentuk bunyi.

Misalkan dalam bahasa Indonesia bunyi [k] dan [g] merupakan dua fonem yang berbeda, misalkan dalam kata "cagar" dan "cakar". Tetapi dalam bahasa Arab hal ini tidaklah begitu. Dalam bahasa Arab hanya ada fonem /k/.



Fonetik
Fonetij atau fonetika adalah bagian ilmu dalam linguistik yang mempelajari bunyi yang diproduksi oleh manusia. Di sisi lain fonologi adalah ilmu yang berdasarkan fonetik dan mempelajari sistem fonetika.

International Phonetic Association (IPA) telah mengamati lebih dari 100 bunyi manusia yang berbeda dan mentranskripsikannya dengan International Phonetic Alphabet mereka.

Fonologi
Fonologi adalah ilmu tentang perbendaharaan fonem sebuah bahasa dan distribusinya.

Fonologi berbeda dengan fonetik. Fonetik mempelajari bagaimana bunyi-bunyi fonem sebuah bahasa direalisasikan atau dilafazkan. Fonetik juga mempelajari cara kerja organ tubuh manusia, terutama yang berhubungan dengan penggunaan bahasa. Terdiri dari, huruf vokal, konsonan, diftong (vokal yang ditulis rangkap), dan kluster (konsonan yang ditulis rangkap)


Psikolinguistik

Sunday, September 18, 2011



Psikolinguistik

Psikolinguistik adalah penggabungan antara dua kata 'psikologi' dan 'linguistik'. Psikolinguistik mempelajari faktor-faktor psikologis dan neurobiologis yang memungkinkan manusia mendapatkan, menggunakan, dan memahami bahasa. Kajiannya semula lebih banyak bersifat filosofis, karena masih sedikitnya pemahaman tentang bagaimana otak manusia berfungsi. Oleh karena itu psikolinguistik sangat erat kaitannya dengan psikologi kognitif. Penelitian modern menggunakan biologi, neurologi, ilmu kognitif, dan teori informasi untuk mempelajari cara otak memroses bahasa.


Psikolinguistik meliputi proses kognitif yang bisa menghasilkan kalimat yang mempunyai arti dan benar secara tata bahasa dari perbendaharaan kata dan struktur tata bahasa, termasuk juga proses yang membuat bisa dipahaminya ungkapan, kata, tulisan, dan sebagainya. Psikolinguistik perkembangan mempelajari kemampuan bayi dan anak-anak dalam mempelajari bahasa, biasanya dengan metoda eksperimental dan kuantitatif (berbeda dengan pengamatan naturalistik seperti yang dilakukan Jean Piaget dalam penelitiannya tentang perkembangan anak).

Area studi

Psikolinguistik bersifat interdisipliner dan dipelajari oleh ahli dalam berbagai bidang, seperti psikologi, ilmu kognitif, dan linguistik. Psikolinguistik adalah perilaku berbahasa yang disebabkan oleh interaksinya dengan cara berpikir manusia. Ilmu ini meneliti tentang perolehan, produksi dan pemahaman terhadap bahasa[1]. Ada beberapa subdivisi dalam psikolinguistik yang didasarkan pada komponen-komponen yang membentuk bahasa pada manusia.
Fonetik dan fonologi mempelajari bunyi ucapan. Di dalam psikolinguistik, penelitian terfokus pada bagaimana otak memproses dan memahami bunyi-bunyi ini.
Fonologi adalah ilmu tentang perbendaharaan fonem sebuah bahasa dan distribusinya.
Fonologi berbeda dengan fonetik. Fonetik mempelajari bagaimana bunyi-bunyi fonem sebuah bahasa direalisasikan atau dilafazkan. Fonetik juga mempelajari cara kerja organ tubuh manusia, terutama yang berhubungan dengan penggunaan bahasa. Terdiri dari, huruf vokal, konsonan, diftong (vokal yang ditulis rangkap), dan kluster (konsonan yang ditulis rangkap)
Morfologi mempelajari struktur kalimat, terutama hubungan antara kata yang berhubungan dan pembentukan kata-kata berdasarkan pada aturan-aturan.
Morfologi adalah cabang linguistik yang mengidentifikasi satuan-satuan dasar bahasa sebagai satuan gramatikal. Morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata. Atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik fungsi gramatik maupun fungsi semantik.
Sintaks mempelajari pola-pola yang menentukan bagaimana kata-kata dikombinasikan bersama membentuk kalimat
sintaks (dari Yunani Kuno: συν- syn-, "bersama", dan τάξις táxis, "pengaturan") adalah ilmu mengenai prinsip dan peraturan untuk membuat kalimat dalam bahasa alami. Selain aturan ini, kata sintaksis juga digunakan untuk merujuk langsung pada peraturan dan prinsip yang mencakup struktur kalimat dalam bahasa apapun, sebagaimana "sintaksis Irlandia Modern."
Penelitian modern dalam sintaks bertujuan untuk menjelaskan bahasa dalam aturan ini. Banyak pakar sintaksis berusaha menemukan aturan umum yang diterapkan pada setiap bahasa alami. Kata sintaksis juga kadang digunakan untuk merujuk pada aturan yang mengatur sistem matematika, seperti logika, bahasa formal buatan, dan bahasa pemrograman komputer.
Semantik berhubungan dengan makna dari kata atau kalimat. Bila sintaks berhubungan dengan struktur formal dari kalimat, semantik berhubungan dengan makna aktual dari kalimat.
Semantik (Bahasa Yunani: semantikos, memberikan tanda, penting, dari kata sema, tanda) adalah cabang linguistik yang mempelajari makna yang terkandung pada suatu bahasa, kode, atau jenis representasi lain. Semantik biasanya dikontraskan dengan dua aspek lain dari ekspresi makna: sintaksis, pembentukan simbol kompleks dari simbol yang lebih sederhana, serta pragmatika, penggunaan praktis simbol oleh agen atau komunitas pada suatu kondisi atau konteks tertentu.
Pragmatik berhubungan dengan peran konteks dalam penginterpretasian makna.
Pragmatik dalam pemahaman Trosborg (1994) mengacu pada dua bidang, yaitu: pragmatik linguistik dan pragmatik nonlinguistik. Yang pertama itu adalah bagian yang berada di dalam kajian disiplin linguistik dan yang kedua merupakan bagian kajian sosiologi, psikologi, etnometodologi, dan telaah kesusasteraan.

Pragmatik merupakan disiplin baru dalam kajian bahasa. Berbeda dengan kajian bahasa sebelumnya yang cenderung formalis; analisis bahasa lebih banyak ditekankan pada analisis struktur bahasa dan elemen-elemen bahasa secara mandiri. Pragmatik berkaitan dengan penggunaan bahasa, yaitu bagaimna bahasa digunakan oleh penutur bahasa di dalam situasi interaksi yang sebenar. Pragmatik berkaitan dengan bagaimana masyarakat bahasa (speech community) menggunakan bahasa mereka; bagaimana percakapan diungkapkan di dalam sustu peristiwa tutur, yakni apakah secara langsung atau tidak, strategi bertutur mana yang dipilih, apakah maksud penutur disampaikan secara tersurat atau tersirat. Penggunaan bahasa yang demikian sangat dipengaruhi oleh oleh kondisi pragmatik. Kondisi pragmatik terkait dengan nilai-nilai budaya masyarakat yang bersangkutan.


Satuan unit analisis dalam kajian pragmatik adalah ujaran. Dengan demikian, kajian pragmatik mencakup kajian bahasa sebelumnya. Pragmatik tidak dapat lepas dari kajian sintaksis, misalnya, karena makna tidak dapat lepas dari gramatika dan tidak lepas dari kajian semantik makna ujaran tidak akan penah bisa lepas dari makna per kata yang membangu sebuah ujaran. Ujaran juga tidak bisa dilepaskan dari konteks percakapan yang dilatar belakangi budaya yang beragam dari penuturnya. Dengan demikian kajian pragmatik bisa dilihat kajian bahasa yang lebih utuh.
Studi tentang cara mengenali dan membaca kata meneliti proses yang tercakup dalam perolehan informasi ortografik, morfologis, fonologis, dan semantik dari pola-pola dalam tulisan.
Ortografi (bahasa Yunani: ὀρθός orthós "benar"; γράφειν gráphein "menulis") adalah sistem ejaan suatu bahasa atau gambaran bunyi bahasa yang berupa tulisan atau lambang. Ortografi antara lain meliputi masalah ejaan, kapitalisasi, pemenggalan kata, serta tanda baca. Ortografi memerikan himpunan yang digunakan simbol (grafem dan diakritik) serta aturan penulisan simbol-simbol tersebut

Perolehan bahasa

Terdapat beberapa teori mengenai perolehan bahasa pada bayi dan balita yang bersumber pada perkembangan psikologi yang bersifat natur dan nurtur. Natur adalah aliran yang meyakini bahwa kemampuan manusia adalah bawaan sejak lahir. Oleh karena itu manusia telah dilengkapi secara biologis oleh alam (natur) untuk memproduksi bahasa melalui alat-alat bicara (lidah, bibir, gigi, rongga tenggorokan, dibantu oleh alat pendengaran) maupun untuk memahami arti dari bahasa tersebut (melalui skema pada kognisi). Noam Chomsky adalah tokoh yang mempercayai peran natur secara radikal dalam perolehan bahasa. Pihak yang mempercayai kekuatan nurtur dalam perolehan bahasa berargumen bahwa bayi dan balita memperoleh bahasa karena terbiasa pada bahasa ibu. Hal ini terbukti pada pembentukan kemampuan fonem yang tergantung pada bahasa ibu. Misalkan pada bayi Jepang pada usia dibawah 6 bulan masih dapat membedakan fonem ra dan la dengan jelas, namun pada usia satu tahun mereka kesulitan untuk membedakan fonem ra dan la.Michael Tomasello mengkritik Chomsky bahwa bahasa tidak akan muncul begitu saja. Ia meyakini bahwa bahasa diperoleh karena bayi belajar menggunakan bahasa sebagai simbol terlebih dahulu dengan kemampuan bayi untuk melakukan atensi bersama (Join attention) pada saat sebelum bayi mampu memproduksi bahasa. Pada dasarnya natur dan nurtur memiliki kontribusi terhadap perolehan bahasa pada bayi.
Mekanisme perolehan bahasa
Imitasi
Imitasi dalam perolehan bahasa terjadi ketika anak menirukan pola bahasa maupun kosa kata dari orang-orang yang signifikan bagi mereka, biasanya orang tua atau pengasuh. Imitasi yang dilakukan oleh anak, tidak hanya menirukan secara persis (mimikri) hal yang dilakukan orang lain, namun anak memilih hal-hal yang dianggap oleh anak menarik untuk ditirukan.
Pengkondisian
Mekanisme perolehan bahasa melalui pengkondisian diajukan oleh B.F Skinner. Mekanisme pengkondisian atau pembiasaan terhadap ucapan yang didengar anak dan diasosiasikan dengan objek atau peristiwa yang terjadi. Oleh karena itu kosa kata awal yang dimiliki oleh anak adalah kata benda.
Kognisi sosial
Anak memperoleh pemahaman terhadap kata (semantik) karena secara kognisi ia memahami tujuan seseorang memproduksi suatu fonem melalui mekanisme atensi bersama. Adapun produksi bahasa diperolehnya melalui mekanisme imitasi.

Catatan kaki
Sternberg, R.J. (2006) Cognitive Psychology. Belmont, CA : Thomson Wadsorth
Tomasello, M (1999). The Cultural Origins of Human Cognition. London : Harvard University Press




Definisi, Hakikat, Proses, Elemen-elemen, dan Tahap-tahap Membaca




Definisi, Hakikat, Proses, Elemen-elemen, dan Tahap-tahap Membaca

Definisi Membaca
Membaca adalah salah satu dari empat keterampilan berbahasa. Dalam kegiatan membaca, kegiatan lebih banyak dititikberatkan pada keterampilan membaca daripada teori-teori membaca itu sendiri.
Henry Guntur Tarigan menyebutkan tiga komponen dalam keterampilan membaca, yaitu:
1.Pengenalan terhadap aksara-aksara serta tanda-tanda baca.
2.Korelasi aksara beserta tanda-tanda baca dengan unsur-unsur linguistik yang formal.
3.Hubungan lebih lanjut dari A dan B dengan makna.




Menurut Kolker (1983: 3) membaca merupakan suatu proses komunikasi antara pembaca dan penulis dengan bahasa tulis. Hakekat membaca ini menurutnya ada tiga hal, yakni afektif, kognitif, dan bahasa. Perilaku afektif mengacu pada perasaan, perilaku kognitif mengacu pada pikiran, dan perilaku bahasa mengacu pada bahasa anak.
Doglass (dalam Cox, 1988: 6) memberikan definisi membaca
sebagai suatu proses penciptaan makna terhadap segala sesuatu yang ada dalam lingkungan tempat pembaca mengembangkan suatu kesadaran. Sejalan dengan itu Rosenblatt (dalam Tompkins, 1991: 267) berpendapat bahwa membaca merupakan proses transaksional. Proses membaca berdasarkan pendapat ini meliputi langkah-langkah selama pembaca mengkonstruk makna melalui interaksinya dengan teks bacaan. Makna tersebut dihasilkan melalui proses transaksional. Dengan demikian, makna teks bacaan itu tidak semata-mata terdapat dalam teks bacaan `tau pembaca saja.
Fredick Mc Donald (dalam Burns, 1996: 8) mengatakan bahwa membaca merupakan rangkaian respon yang kompleks, di antaranya mencakup respon kognitif, sikap dan manipulatif. Membaca tersebut dapat dibagi menjadi beberapa sub keterampilan, yang meliputi: sensori, persepsi, sekuensi, pengalaman, berpikir, belajar, asosiasi, afektif, dan konstruktif. Menurutnya, aktiivitas membaca dapat terjadi jika beberapa sub keterampilam tersebut dilakukan secara bersama-sama dalam suatu keseluruhan yang terpadu
Syafi'i (1999: 7) juga menyatakan bahwa membaca pada hakekatnya adalah suatu proses yang bersifat fisik atau yang disebut proses mekanis, beberapa psikologis yang berupa kegiatan berpikir dalam mengolah informasi.
Adapun Farris (1993: 304) mendefinisikan membaca sebagai pemrosesan kata-kata, konsep, informasi, dan gagasan-gagasan yang dikemukakan oleh pengarang yang berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman awal pembaca. Dengan demikian, pemahaman diperoleh bila pembaca mempunyai pengetahuan atau pengalaman yang telah dimiliki sebelumnya dengan apa yang terdapat di dalam bacaan.

Hakikat Membaca
Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis (Hodgson dalam Tarigan 1979:7). Membaca pada hakikatnya adalah suatu yang rumit yang melibatkan banyak hal, tidak hanya sekadar melafalkan tulisan, tetapi juga melibatkan aktivitas visual, berpikir, psikolinguistik, dan metakognitif (Crawley dan Mountain dalam Rahim 2007:2). Membaca merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang termasuk di dalam retorika seperti keterampilan berbahasa yang lainnya (berbicara dan menulis) (Haryadi 2007:4).
Secara linguistik, membaca merupakan proses pembacaan sandi (decoding process). Artinya dalam kegiatan membaca ada upaya untuk menghubungkan kata-kata tulis (written word) dengan makna bahasa lisan (oral language meaning). Dengan kata lain Anderson dalam Tarigan (1979:7) mengatakan bahwa kegiatan membaca merupakan kegiatan mengubah tulisan/ cetakan menjadi bunyi-bunyi yang bermakna.
Senada dengan pernyataan di atas, beberapa penulis beranggapan bahwa ‘membaca’ adalah suatu kemampuan untuk melihat lambang-lambang tertulis tersebut melalui fonik menjadi membaca lisan (oral reading) (Tarigan 1979:8). Dalam kegiatan membaca ternyata tidak cukup hanya dengan memahami apa yang tertuang dalam tulisan saja, sehingga membaca dapat juga dianggap sebagai suatu proses memahami sesuatu yang tersirat dalam yang tersurat (tulisan). Artinya memahami pikiran yang terkandung dalam kata-kata yang tertulis. Hubungan antara makna yang ingin disampaikan penulis dan interpretasi pembaca sangat menentukan ketepatan pembaca. Makna akan berubah berdasarkan pengalaman yang dipakai untuk menginterpretasikan kata-kata atau kalimat yang dibaca (Anderson dalam Tarigan 1979:8).
Jadi, membaca merupakan kegiatan mengeja atau melafalkan tulisan didahului oleh kegiatan melihat dan memahami tulisan. Kegiatan melihat dan memahami merupakan suatu proses yang simultan untuk mengetahui pesan atau informasi yang tertulis. Membutuhkan suatu proses yang menuntut pemahaman terhadap makna kata-kata atau kalimat yang merupakan suatu kesatuan dalam pandangan sekilas.


Proses Membaca

Menurut beberapa ahli ada beberapa model pemahaman proses membaca, di antaranya model bottom-up, top-down, dan model interaktif. Model botton-up menganggap bahwa pemahaman proses membaca sebagai proses decoding yaitu menerjemahkan simbol-simbol tulis menjadi simbol-simbol bunyi. Pendapat itu menurut Harjasujana (1986: 34) sama dengan pendapat Flesch (1955) yang mengatakan bahwa membaca berarti mencari makna yang ada dalam kombinasi huruf-huruf tertentu. Begitu juga menurut pendapat Fries (dalam Harjasujana, 1986: 34) bahwa membaca sebagai kegiatan yang mengembangkan kebiasaan-kebiasaan merespon pada seperangkat pola yang terdiri atas lambang-lambang grafis. Pendapat-pendapat di atas ternyata ditentang oleh Goodman (dalam Cox, 1998: 270) yang menyatakan bahwa membaca sebagai proses interaksi yang menyangkut sebuah transaksi antara teks dan pembaca. Pembaca yang sudah lancar pada umumnya meramalkan apa yang dibacanya dan kemudian menguatkan atau menolak ramalannya itu berdasarkan apa yang terdapat dalam bacaan, membaca seperti itu disebut model top-down.
Kedua pendapat yang menyatakan model bottom-up dan model top-down akhirnya dipersatukan oleh Rumelhart dengan nama model interaktif. Rumelhart (dalam Harris dan Sipay, 1980: 8) menyatukan dua pendapat itu dengan alasan bahwa proses belajar membaca permulaan bergantung pada informasi grafis dan pengetahuan yang berada dalam skemata. Membaca merupakan suatu proses menyusun makna melalui interaksi dinamis di antara pengetahuan pembaca yang telah ada dan informasi itu telah dinyatakan oleh bahasa tulis dan konteks situasi pembaca.
Burns, dkk. (1996: 6) menyatakan bahwa aktifitas membaca terdiri atas dua bagian, yaitu proses membaca dan produk membaca. Dalam proses membaca ada sembilan aspek yang jika berpadu dan berinteraksi secara harmonis akan menghasilkan komunikasi yang baik antara pembaca dan penulis. Komunikasi antara pembaca dan penulis itu berasal dari pengkonstruksian makna yang dituangkan dalam teks dengan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya. Lebih lanjut Burns, dkk. (1996:8) mengemukakan sembilan proses membaca tersebut yaitu: (1) mengamati simbol-simbol tulisan, (2) menginterprestasikan apa yang diamati, (3) mengikuti urutan yang bersifat linier baris kata-kata yang tertulis, (4) menghubungkan kata-kata (dan maknanya) dengan pengalaman dan pengetahuan yang telah dipunyai, (5) membuat referensi dan evaluasi materi yang dibaca, (6) mengingat apa yang dipelajari sebelumnya dan memasukkan gagasan-gagasan dan fakta-fakta baru, (7) membangun asosiasi, (8) menyikapi secara personal kegiatan/tugas membaca sesuai dengan interesnya, (9) mengumpulkan serta menata semua tanggapan indera untuk memahami materi yang dibaca.


Elemen-elemen Membaca

Kesadaran terhadap Fonem
Bunyi huruf (Fonik)
Kelancaran
Kosa kata
Pemahaman Teks


Tahap-tahap Membaca
Tahap I
Membaca bahan yang telah dipelajari, mengucapkannya dengan baik ataubahan yang mungkin telah diingat. Bahan-bahan tersebut mungkin berupapercakapan, nyanyian, serangkaian kalimat tindakan ataupun cerita sederhanamengenai hal-hal yang telah dialami.Dalam tahap ini, perlu ada bimbingan untuk mengembangkan ataumeningkatkan responsi-responsi visual yang otomatis terhadap gambaran-gambaran huruf yang akan dilihat pada gambaran cetakan. Selain itu harusbenar-benar memahami bahwa kata-kata tertulis itu mewakili ataumenggambarkan bunyi-bunyi.

Tahap II
Menyusun kata-kata serta struktur- struktur dari bahasa asing yang telahdiketahui menjadi bahan dialog atau paragraf yang beraneka ragam. Padatahap ini perlu dibimbing dalam membaca bahan yang baru disusun.

Tahap III
Membaca bahan yang berisi sejumlah kata dan struktur yang masih asing ataubelum biasa. Beberapa percobaan informal telah menunjukkan bahwa pembacamengalami sedikit kesulitan bahkan tidak mengalami kesulitan sama sekalimenghadapi sebuah kata baru yang diselipkan di antara tiga puluh kata biasa.Pada tahap ini pembaca acapkali teks-teks tata bahasa berisi paragraf-paragraf atau pilihan-pilihan yang sesuai buat bacaan.

Tahap IV
Pada tahap ini, beberapa spesialis dalam bidang membaca menganjurkanpenggunaan teks-teks sastra yang telah disederhanakan atau majalah-majalahsebagai bahan bacaan.

Tahap V
Pada tahap ini seluruh dunia buku terbuka, dalam pengertian bahan bacaantidak dibatasi (Finocchiaro and Bonomo, 1973:123–125 dalam Tarigan,1979:18–20)

AUTOBIOGRAFI



AUTOBIOGRAFI

Pagi ini siulan riang burung-burung serta mentari menatapku dengan malu.Langit yang biru dan angin yang bergerak lamban ikut menghiasi suasana hatiku.Akupun memulai tulisan ini walau aku tak mengerti bagus atau tidaknya tulisanku.Aku tak peduli dengan hal itu karena aku hanya mencoba mengungkapkan rasa dari sebuah hati kecil yang berteriak kencang dalam jiwaku.Aku menulis ini bukan semata-mata karena mengerjakan tugas dari mata kuliahku,tapi aku ingin memulai menulis beberapa ungkapan dari emosi jiwaku walau ini bukan tulisan pertamaku.

Baru satu menit aku mulai menulis,listrik dirumahku padam.Ia menghilangkan tulisanku yang baru aku tulis.Kini aku menulis tulisanku lagi yang telah dihapusnya tanpa sisa.Sempat aku emosi dengan kejadian barusan,tapi setelah aku pikir tak ada gunanya aku emosi dan itu juga hanya akan membuang waktuku.Sesaat aku menulis kembali,kekasihku meneleponku dan itu membuatku lebih baik bahkan lebih bersemangat untuk melanjutkan tulisan ini.

Kata Hati Berkata
Aku ungkapkan kalimat hati
Renda yuriananta namaku
Wayang bermata satu,kulit tak seperti golek
Aku ada
30 April 1992 bukan 17 Agustus 1945
Pertama dunia terlihat oleh mata
Kota Malang bukan kota Jakarta
Desa kecil jarang berpolusi
Warna hujau tanpa warna abu-abu

karya:Renda Yuriananta




Aku adalah seorang mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia di Universitas Brawijaya Malang.Lahir pada 30 April 1992 di kota Malang.Sebenarnya aku adalah dua bersaudara dengan adikku,tapi dia telah mendahuluiku menghadap Sang Maha Pencipta pada umur 8 tahun dikarenakan peradangan otak dan pada akhirnya menjadi komplikasi.Pada saat itu aku sudah duduk di bangku SMA sedangkan adikku masi duduk di bangku SD.Tapi semua memang telah diatur oleh Yang Maha Kuasa.Tak ada yang mampu menghindar dari takdir-Nya.

Aku tinggal bersama ayah dan ibuku.ayahku bekerja sebagai pengiring musik di acara-acara resepsi pernikahan atau acara musik lainnya sedangkan ibuku adalah seorang ibu rumah tangga.

Aku memulai belajar sejak usia 5 tahun.Saat itu aku belajar di TK Dharmawanita Jatiguwi.pada umur 7 tahun,aku masuk di SDN Jatiguwi 2.Di SD itulah aku mulai menggelutu karir sebagai preman SD.Aku menjadi salah satu anak yang paling ditakuti di SD itu dan jika ada siswa baru,aku yang pertama kali turun tangan untuk menghajarnya.Setelah aku lulus SD,aku masuk di SMPN 2 Sumberpucung.SMP itu adalah SMP terfavorit di kecamatanku.Aku di sana beralih profesi dan mulai belajar mengendalikan emosiku yang labil.Sejak dari SMP itulah aku mulai merintis karir sebagai gitaris nomor satu disana.Hingga pada saat kelulusan,aku berhasil meraih gelar gitaris paling handal di SMP.SMAN 1 Kepanjen adalah SMA yang aku tuju setelah aku lulus SMP.Disana aku menjadi anak yang paling aneh.Teman-teman menyebutku kuper.Tapi dengan dasar itu,aku mulai mengambangkan pengetahuanku tentang segala yang ingin aku mengerti.Pada pertengahan masaku disana,aku mendapatkan kelebihan jabatan,yaitu: Ketua Umum Badan Dakwah Islam,Kordinator Umum Perwakilan Kelas Komisi 1 dan Ketua Pencak Silat Merpati Putih SMA.Hingga tiba waktu kelas 3,akupun melapas semua jabatan itu dan aku serahkan pada adik kelasku yang telah aku percaya.Dan sekarang,aku mulai melahap ilmu-ilmu tentang bahasa dan sastra Indonesia di Universitas Brawijaya Malang.

Cita-cita adalah faktor yang mendorongku untuk menjadi seperti yang aku inginkan.Waktu masih kecil aku ingin menjadi Dokter dan Pilot tapi seiring dengan bertambahnya umur dan pola pikirku,aku semakin mengerti akan makna kehidupan.Mulai saat itulah aku ingin menjadi orang yang berguna bagi siapapun dengan tidak mengesampingkan ibadah kepada Allah SWT.Yang sekarang ingin aku capai adalah menjadi seseorang yang bukan hanya memendam ilmu untuk diri sendiri tetapi juga membaginya untuk orang lain yang membutuhkan ilmu yang aku telah miliki.

Untuk pengalaman organisasi,aku telah memasuki organisasi islam di SMA dan organisasi intra di SMA.Semua organisasi itu telah membantuku untuk menjadi orang yang berguna bagi diri sendiri dan orang lain walau pencakupannya masih sangat khusus.Meski begitu,aku selalu berusaha untuk memperluas cakupan itu menjadi lebih umum.

sebelum aku mengakhiri tulisanku ini,aku ingin menyampaikan sebuah kalimat hati kepada semua pembaca.

LAUTAN ITU TAK ADA YANG TAK BERGELOMBANG
DAN
IKAN TAK AKAN DIMANJA JIKA IKAN TERSEBUT TAK MENARIK

Sekian tulisan saya,kurangnya saya mohon maaf.

BILA ADA PAK JUNAIDI SARKUM
BOLEH KITA MEMBELI SEPATU
WASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAHKAATU



 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Dunia Imajinasi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger